Hetalia: Axis Powers - Taiwan

Senin, 13 Juni 2016

SEMESTER 6? Dimana Lebih Memilih Untuk Menikah Daripada Kuliah!


Assalamualaikum Sahabat Hijrah yang Inshaa Allah dimuliakan Allah SWT J Semoga selalu sehat dan diselimuti kebahagiaan dalam hidupnya. Aamiin Allahuma Aamiin…

Posting kali ini, tepat Selasa/ 14 Juni 2016. Aku akan mengambil judul “Semester 6 ? Dimana Lebih Memilih Untuk Menikah Daripada Kuliah”.
Pasti yang merasa lagi senyum-senyum baca judulnya sambil berkata dalam hati ‘duh bener banget’ HAHA (karena Akupun merasakan hal serupa :D )

Mengapa Aku mengambil judul tersebut dalam postingan kali ini sedangkan Aku bukan lagi semester 6, melainkan akan melangkah ke semester 7?
*Dih Herli ngaku-ngaku semester 7, emang udah bayaran?*
*Belum sih L*
*Yadeh maap. Lupakan*

(Kembali ke Topik)
Alasan Aku mengambil judul ini yaitu… (Begini ceritanya) *Sambil menatap langit-langit*

Suatu hari, disaat Aku menginjakkan kaki di awal semester 6. YAPS, SEMESTER 6, dimana masa itu merupakan masa-masa jenuh dalam perkuliahan. Aku disibukkan dengan Kuliah Kerja Mandiri (KKM) yang mengharuskan Aku pulang malam setiap harinya, dan disaat pagi hari Aku diharuskan mengikuti perkuliahan seperti biasanya. Huft.. lelah kurasa pada tubuh mungilku ini, bahkan tiap pagi bukan sarapan yang menyambutku melainkan kantuk yang menyelimutiku. Namun, lelah dan kantuk tersebut bukan hanya Aku yang merasakan, melainkan teman-teman sekelasku juga. (sambil nguap)

Hingga pada waktunya, tubuhku pun tumbang dan hanya bisa berbaring di rumah. Sudah berobat kemana-mana, tapi tetap pelabuhan terakhirku di RSUD di kotaku. (Tapi tidak sampai di rawat yaa hehe sungguh sejoli sekali Aku dengan Rumah Sakit itu)
Jenuh sekali semester ini. Bagaimana tidak ? Kuliah pagi, tugas numpuk, malam KKM, yah... gitu-gitu aja kegiatanku sampai sukses ( eh maaf, maksudnya kegiatanku gitu-gitu aja selama semester 6).

Waktu terus berjalan, kejenuhanpun semakin terasa. Ditambah lagi dengan musim yang sedang terjadi pada saat itu, yaitu MUSIM NIKAH. Musim nikah kali ini dipersembahkan oleh MAHASISWA.
*Ehbuset udah kek iklan aja*
Apa seseorang yang menikah tersebut sedang merasakan jenuhnya menjadi mahasiswa sehingga memilih untuk menikah ? Apakah menikah merupakan pelarian atas kejenuhannya saja ? Atau alasan menikah itu hanya ingin saat wisuda ditemani suaminya? Ah Aku gatauuuu… Gamau suudzon juga lagi puasa hehe….
 *tumben otak Herli lempeng*
*Ih tiap hari juga lempeng kali kek jalan tol*
Mencoba untuk tidak memikirkan tapi pertanyaan tersebut terngiang dalam benakku serta menyiksa pikiranku…ARRRRGGGHHHH

Sempat saat itu, Aku memilih ingin menikah saja daripada kuliah. ‘Tapi dengan siapa Aku menikah ? Apakah ada yang ingin menikah denganku’ Pertanyaan seperti itu yang membuatku mengurungkan serta mengubur dalam-dalam keinginkanku. (Hanya untuk saat itu saja ya bukan untuk selamanya lho).
Bukan hanya Aku saja yang mempunyai keinginan seperti itu, melainkan hampir semua teman sebayaku.

Keinginan tersebut muncul hanya karena sebuah kejenuhan. Kejenuhan akan tugas, kejenuhan akan dosen yang tidak jelas bahkan kejenuhan akan segala aktivitas.

AKU INGIN MENIKAH SAJA!!!
AKU INGIN MENIKAH SAJA!!!
AKU INGIN MENIKAAAAAAHHHHHHHH!!!!!!!!!!!!!!!!

Kata-kata seperti itu yang berkecambuk dalam hati, Dalam hati berkata ‘ingin’ tapi pikiran berkata lain, ‘Apakah Aku sudah siap menjadi seorang Istri bahkan Ibu diusiaku yang segini sedangkan Aku saja kuliah belum selesai ? Apakah Aku bisa bagi waktu untuk keluarga serta kuliahku nanti?’ yah.. itu isi pikiranku. Sungguh berbanding terbalik antara perasaan dan pikiran. Huft…

Ternyata keinginan itu bukan hanya dirasakan olehku dan teman sebayaku saja melainkan seluruh mahasiswa semester 6 di Indonesia. Bagaimana Aku tahu ? Lihat saja sosial media, disana Aku menemukan banyak sekali meme yang berkeliaran tentang itu. Namun, ada satu meme yang sempat membuatku tergelitik, bunyinya seperti ini “Semester 6, Dimana yang cewe minta di nikahin dan yang cowo mencari tante-tante kaya untuk biaya kuliah”. HAHA tepat sekali meme itu.

Kini Aku sadar, pernikahan itu bukanlah sebuah permainan apalagi atas dasar kejenuhan. Pernikahan seperti itu tidaklah akan bertahan lama.

#QUOTE’S
Pernikahan itu bukanlah sebuah perlombaan, yang siapa cepat dia dapat
Pernikahan bukan sekedar dapat melainkan siap.
Pernikahan itu proses memantasakan diri bukan mengejar nafsu dan ego diri.        
Pernikahan itu demi ridhonya yang menjadi tujuan, bukan usianya yang masuk duluan


_Ukhti Herli_

Tidak ada komentar:

Posting Komentar