Assalamualaikum Sahabat Hijrah... J
Gimana punya kabar ? Semoga sehat selalu dan tetap dalam lindunganNya,
Aamiin :)
Afwan sebelumnya ya baru bisa posting sekarang, maklum sibuk hehe
&=* (Bukan sombong lho wlee :p)
Aku mau ucapin "MARHABAN YA RAMADHAN" nih
bagi yang menjalankan. Afwan jika banyak kesalahan sebab diri ini tidaklah sempurna melainkan sedang berusaha untuk menyempurnakan ~
*WISHES : Semoga puasa ditahun ini kita semua
mendapatkan malam Lailatul Qadar, diampuni segala dosanya, mendapatkan
keberkahan serta menjadi pribadi yang lebih baik lagi, Aamiin~ (Yang penting
bersyukur masih dikasih kesempatan)
Pada posting kali ini, tepat hari kedua puasa Ramadhan, Aku akan
posting dengan judul 'STOP BUKBER KALO MAKBER'
Mungkin kalian sudah pada tau apa itu BUKBER ? Bahkan sudah sering
mendengar dan tidak asing lagi di telinga kita, ditambah lagi saat bulan puasa
ini, pasti kata-kata 'Bukber' itu bergentayangan dimana-mana hmmm
betul apa betul ? Ya, BUKBER kependekan dari Buka Bersama. Maknanya ambigu
banget ya, tapi buka disitu maksudnya buka puasa lho. Entah dari mana
kependekan itu tercetus ataupun berdiri Akupun tidak mengetahuinya~~
*Padahal gapunya kaki ya, tapi kok bisa berdiri*
*Hmm kok bisa ya???*
*Sudah sudah jangan dipikirkan*
*Oke, Lanjut!*
Ada sebagian yang mengatakan Bukber, ada juga yang
mengatakan Bubar.
Tapi tetap saja artinya sama.
*Perpisahan kali bubar BHAHAH*
*Eh maap maap*
Buka Puasa Bersama atau yang sering kita sebut Bukber sudah menjadi sebuah ritual,
tradisi bahkan sebuah keharusan yang tidak boleh ditinggalkan disaat bulan
Ramadhan ini. Banyak yang mengatakan "Ayo
sih bukber, kapan lagi kita bisa kumpul bareng?, Bukber yuk, setahun sekali lho
ga tiap hari ini" dan
perkataan semacamnya"
Tradisi atau keharusan itu di mulai dari buka bersama
Perguruan Tinggi, buka bersama alumni SMA, buka bersama alumni SMP, buka
bersama alumni SD dan lebih parahnya lagi buka bersama alumni TK. Kebayang
banget kan kalo semuanya ngajak buka bersama ? Dalam hati berkata *Bisa
bangkrut Aku*, namun tetap saja mengikuti ritual tersebut saat diajak HAHA
(pengalaman).
Disaat sedang asyik berbuka serta bersenda gurau bersama teman
lama, pasti ada masalah fatal yang terjadi. Masalah yang ga pernah diperhatiin
oleh sekumpulan orang yang mengadakan buka puasa bersama. Masalah apa itu ? Ya,
masalah SALAT.
Coba deh kalian pikirin. Saat adzan berkumadang tepatnya adzan Maghrib, orang-orang sibuk berbuka, sibuk makan, sibuk minum, bahkan yang lebih
parahnya sibuk tertawa cekikikan seperti kuntilanak. Naudzubillah… L
Dari kesibukan tersebut, adakah yang sibuk bergegas melaksanakan
salat Maghrib? MUNGKIN ADA, tapi ga banyak. Bener ga ????
Kebanyakan sibuk dengan pribadinya masing-masing sampai waktu Maghrib telah habis dan berganti Isya, bahkan ada yang tidak sadar bahwa telah
adzan maghrib. Astaghirullah~ Salat itu
kewajiban, walaupun bukber itu sebuah
keharusan bagi sebagian orang.
Jangan pikirin atau bahas soal tarawih dulu deh, yang wajibnya
saja ditinggalkan apalagi yang sunnah. Salat Isya, yang wajib dilakukan sebelum
salat tarawih, itu akhirnya bablas juga. Maghrib dan Isya kelewat begitu saja,
gara-gara keasyikan ngobrol saat ‘Bukber’.
Astaghfirullah hal adzim~ L
Kalau sudah begitu, yang niat awalnya silaturahmi untuk
mendapatkan pahala malah jadi dosa. Bukannya buka puasa bersama (BUKBER) malah
jadi maksiat bersama (MAKBER). Sama-sama meninggalkan kewajiban tanpa ada yang
mengingatkan.. *sungguh syaitan telah berhasil merayu kita*
“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu
benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan
amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat
menasehati supaya menetapi kesabaran” (Q.S Al-Ashr)
Walaupun sebelumnya pernah melakukan, namun kini sadar bahwa hal
tersebut tidaklah benar. J

Tidak ada komentar:
Posting Komentar