Hetalia: Axis Powers - Taiwan

Minggu, 24 Juli 2016

Subhanallah VS Masya Allah ( Dua Kata yang Sering Tertukar)


Assalamualaikum Sahabat Sesurgaku, semoga kalian akan selalu dalam lindungan Illahi Rabbi, Aamiin…

Biarkan orang lain menyebutnya ‘Sahabat Sehidup Semati’ sedangkan Aku menyebut kalian semua  ‘Sahabat Sesurga’. Alasannya karena yang mati (meninggal) belum tentu masuk surga, sedangkan yang masuk surga sudah pasti akan melewati fase kematian. Betul tidak ? Aku doakan, In Shaa Allah semuanya bisa masuk ke SurgaNya, Aamiin Allahumma Aamiin..

Islam itu agama yang sempurna, Islam pula mengajarkan kalimat yang baik dalam segala hal. Kalimat yang bertujuan agar kita selalu mengingat Allah serta senantiasa dekat denganNya.

Pada postingan kali ini akan menjelaskan 2 kalimat yang sering kali kita sebut namun banyak sekali yang salah kaprah. Kalimat apakah itu ? Ya, kalimat “Subhanallah” dengan “Masya Allah”. Mengapa Aku akan membahas ini ? Karena banyak orang disekeliling kita bahkan diri kita sendiripun masih sering tertukar bahkan keliru dengan kedua ungkapan tersebut.

Jika kita kagum serta takjub atas apa yang baru saja dilihatnya, kalimat apa yang paling tepat ? “Subhanallah” atau “Masya Allah” ??? Kebanyakan orang mengatakan ‘Subhanallah’ disaat melihat keindahan atau takjub atas apa yang baru saja dilihatnya. Namun, ada juga yang mengatakan ‘Masya Allah’ tapi tidak sebanyak orang yang mengatakan ‘Subhanallah’. Benar apa betul ? (coba dengar ucapan orang disaat melihat kita berubah atau komen orang saat statusnya membuat kita takjub, pasti yang dikatakan itu Subhanallah bukan Masya Allah)

Kata tersebut sering kali dijadikan dua kata yang sama tak ada bedanya. Oleh sebab itu, disini kita sama-sama belajar, sama-sama mengetahui apa bedanya dari kedua kata tersebut dan kapan kita akan mengucapkannya J

Sebelumnya, Aku ingin bertanya “Apasih arti dari Subhanallah dan Masya Allah itu ?”

Arti Subhanallah yaitu Mahasuci Allah sedangkan Masya Allah yaitu itu terjadi atas kehendak Allah. Dilihat dari artinya memang kita akan keliru, namun jika kita pelajari benar-benar maka kita akan tahu apa perbedaan dari keduanya.

Silahkan dibaca baik-baik ya sahabatku…                              

Dalam firman Allah SWT pada Surah Al Kahfi ayat 39 dijelaskan “Dan mengapa kamu tidak mengucapkan tatkala kamu memasuki kebunmu ‘Maasya Allah laa quwwata illa billah’ (sungguh atas kehendak Allah semua itu terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah). Sekiranya kamu anggap aku lebih sedikit darimu dalam harta dan keturunan”

Dalam surah tersebut diberitahukan bahwa kita seharusnya mengucapkan “Masya Allah”. Ucapan tersebut untuk mengembalikkan kekaguman kita kepada Allah disaat melihat hal yang baik nan indah, yang membuat kita takjub saat kita melihatnya. Itu salah satu ekspresi sekaligus pengingat bahwa semua itu terjadi hanya karena kehendakNya, bukan hanya karena usaha kita atau usaha orang lain. Memang kita yang merencanakan, orang lain yang membantu, namun balik lagi bahwa Allahlah yang akan menentukkan.
Bagaimana dengan ungkapan Subhanallah ? Kapan kita harus mengucapkannya ?

Penjelasan 1 :

Dalam Al Quran kalimat “Subhanallah” terdapat pada surah Al Mu’Minun ayat 91, Al Qashash ayat 68, Ash Shaffat ayat 159, Ath Thur ayat 43, dan Al Hasyr ayat 23.

Pada surah Al Mu’minun  ayat 91 dan Ash Shaffat ayat 159, kalimat “Subhanallah” disandingkan dengan “ammaa yashifuun” yang artinya Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan. Sedangkan dalam tiga surah lainnya, kalimat “Subhanallah” disandingkan dengan “ammaa yusyirukuun” yang artinya Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan. Dari penjelasan tersebut, kita dapat menyimpulkan bahwa kalimat “Subhanallah” digunakan untuk menyatakan kesucian Allah dan menyangkal hal-hal negatif yang dituduhkan orang-orang musyrik.
Untuk lebih memperjelas kapan kita mengucapkan “Subhanallah”, silahkan baca baik-baik penjelasan kedua ya sahabat sesurgaku J

Penjelasan 2 :

Dari Abu Hurairah, ia berkata “Suatu hari aku berjunub dan aku melihat Rasulullah SAW berjalan bersama para sahabat, lalu aku menjauhi mereka dan pulang untuk mandi junub. Setelah itu aku datang menemui Rasulullah SAW, beliau bersabda “ Wahai Abu Hurairah, mengapakah engkau malah pergi ketika kami muncul ?” Aku menjawab “ Wahai Rasulullah, aku kotor (dalam keadaan junub) dan aku tidak nyaman untuk bertemu kalian dalam keadaan junub. Rasulullah SAW bersabda “Subhanallah, sesungguhnya mukmin tidak najis.” (HR. Tirmizi).

“Sesungguhnya mukmin tidak najis” maksudnya, keadaan junub jangan dijadikan sebagai penghalang atau pembatas untuk bertemu dengan sesama muslim. Dalam Al Quran dijelaskan bahwa ungkapan Subhanallah digunakan dalam menyucikan Allah dari hal yang tak pantas/hal buruk (coba baca lagi penjelasan 1).

Namun hal berbeda, diungkapkan oleh Ustadz Zulfi Akmal, LC, MA yang saat ini berdomisili di Kairo, Mesir. Merurutnya, umat islam tidak perlu bingung dengan hal tersebut karena Subhanallah dan Masya Allah bisa diungkapkan kapan saja dan dalam kondisi apa saja.

Kembali dijelaskan bahwa Islam itu sangatlah sederhana, Ustadz Zulfi mengatakan “tidak perlu bingung atas kedua ungkapan tersebut”. Memang benar, tidak perlu dibingungkan apalagi diambil pusing atau yang lebih parahnya sampai memecahbelah silaturahmi yang telah terjalin hanya karena kedua ungkapan itu. INGAT !!! Islam itu sederhana dan Allah Maha Mengerti apa yang dimaksud hambaNya. Bagi yang sudah mengetahui perbedaan antara keduanya serta yakin atas perbedaan itu baiknya diucapkan sesuai kondisinya, bagi yang belum yakin tidak usah diambil pusing, coba pelajari lagi dan sharing sama yang lebih paham itu, In Shaa Allah akan mengetahui jalan keluarnya J


Jadi, kesimpulannya (diluar dari ungkapan Ustadz Zulfi), ungkapan “Subhanallah” dianjurkan ketika kita melihat sesuatu yang tidak baik atau hal buruk untuk menegaskan bahwa Allah SWT Maha Suci dari semua keburukan. Sedangkan ungkapan “Masya Allah” dianjurkan ketika kita melihat sesuatu yang indah karena keindahan atas kuasa dan kehendak Allah SWT. Lalu, apakah kita berdosa karena mengucapkan Subhanallah yang seharusnya itu Masya Allah atau sebaliknya ? In Shaa Allah tidak, Allah Maha Mengerti maksud perkataan hambaNya. Hanya saja, setelah kita mengetahuinya, baiknya mengucapkan sesuai kondisinya. Wallahu a’lam bishawab…

1 komentar:

  1. Tulisan Arab Masya Allah Mungkin demikian saja pembahasan singkat Kita kali ini mengenai Tulisan Arab Masya Allah, arti dan Gambar PNGnya. Semoga apa yang sudah Kami sampaikan dapat menjadi berkah dan berbuah amal sholeh bagi Kalian dan bagi Kami juga. Jangan lupa! bagikan artikel ini ke teman atau sosial media Kalian. Mari buktikan bahwa Kita

    BalasHapus