Hetalia: Axis Powers - Taiwan

Jumat, 05 Agustus 2016

INILAH PERNYATAAN MEREKA (PART 1)


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…

Hallo Sahabat Hijrah, Alhamdulillah sampai saat ini kita masih diberi kesempatan untuk senantiasa merasakan nikmat yang tak terhingga. Bersyukurlah, jangan sekali-kali kita kufur atas nikmatNya.

Dalam postingan ini, aku akan menyampaikan sedikit kisah yang terjadi di sekelilingku. Bukan maksud ingin membuka aib orang lain, melainkan untuk saling berbagi. Berbagi hikmah untuk pembaca sekalian.

Suatu hari, aku bertanya kepada salah satu temanku perihal yang dianggap sepele, apalagi kalau bukan pacaran. Bukan aku ingin kembali lagi menjadi pelaku pacaran, namun lebih tepatnya aku ingin mengetahui pendapat orang lain mengenai hal itu.

“PACARAN”. Kata tersebut mungkin sudah tidak asing lagi ditelinga kita. Bahkan sudah banyak orang yang melakukannya. Tidak pandang usia, anak SD yang masih dianggap bau kencur dan masih ingusanpun sudah mengenal kata pacaran. Astaghfirullah! Lebih parahnya sudah melakukan adegan seperti orang dewasa.

Kembali pada topik pembicaraan. Saat itu, aku melakukan percakapan singkat bersama temanku . Kurang lebih seperti ini :
(Aku : A, Temanku : B)
A : Menurut kamu, apa sih manfaat dari pacaran?
B : Kalau menurut saya, pacaran dapat membuat kita lebih semangat
A : Hanya itu ? Kalau untuk semangat, kan masih ada keluarga yang akan selalu menyemangati kita. Mensupport kita dalam keadaan apapun.
B : Iya sih tapi kan beda
A : Lantas apa bedanya ? Keluarga yang sudah mengetahui seluk beluk kita. Yang rela mengorbankan nyawa, tenaga dan waktunya untuk membahagiakan kita. Menyekolahkan kita hingga kita bisa seperti ini. Bisa merasakan bangku sekolah, itukan berkat keluarga bukan pacar.
B : Iya tau kalau soal itu. Tapi dengan begitu , kita juga dapat mengetahui calon suami kita itu seperti apa sifat dan sikapnya
A : Memang yakin dia bakal jadi suami kamu nantinya ?
B : InShaa Allah
A : Apa yang kamu anggap baik belum tentu baik menurut Allah begitupun sebaliknya
B : Iya, tapi saya kan pacarannya biasa aja ga berlebihan juga
A : Yakin ga berlebihan ?
B : Iyah
A : Kalau ga berlebihan, ga mungkin di ekspos di sosial media kalau itu pacar kamu. Dengan foto yang kepala nyender di pundak, tangan menyentuh pipi pasangan bahkan segala perhatian yang dijadikan status. Menurut kamu hal kaya gitu ga berlebihan ?
B : Hmm..
A : Kamu tau kan pacaran itu ga boleh ? Gada dalam islam ?
B : Iya tau
A : Kok masih dilakuin ?
B : Tapi..
A : Sudah sudah, kamu terlalu menghalalkan apa yang sudah jelas diharamkan
B : Bukan menghalalkan, tapi kan kita juga ga ngapa-ngapain

Kalian mungkin pernah menemui jawaban seperti itu. Dan mungkin kalian pun pernah mendapati pertanyaan JLEB semacam itu.

Bukan maksudku untuk menggurui apalagi menjadi orang yang sok suci. Akupun pernah menjadi pelaku pacaran sama seperti yang lain. Disini, aku hanya ingin mengetahui apa pendapat orang lain mengenai pacaran. Lebih tepatnya, apa sih manfaatnya? Karena dari dulu sampai saat ini aku belum mendapati apa manfaat dari pacaran, bahkan cenderung tidak ada. Bukan manfaat melainkan mudharat yang didapatkan.

Coba tanyakan manfaat pacaran pada orang disekeliling kita, pasti jawabannya hampir sama dengan percakapan diatas hehe.

Dalam percakapan tersebut, banyak sekali kata ‘tapi’. Sungguh dahsyat cara setan bersembunyi di dalam kata tapi. Tapi sangat disayangkan, manusia tidak menyadari hal itu.

Sebagian orang sudah mengetahui kalau pacaran itu haram, namun enggan sekali untuk memutuskan pacarnya. Sulit sekali memutuskan seseorang yang sedang di mabuk asmara, sudah dunia serasa milik berdua, menganggap dialah segalanya dan menjadi seseorang yang paling bahagia sampai-sampai menghalalkan apa yang sudah jelas diharamkan. Naudzubillah!

Yang mampu menjabarkan manfaat pacaran, monggo diisi di kolom komentar yaaa J

Salam sayang,
Ukhty Herli

Tidak ada komentar:

Posting Komentar