Assalamualaikum Warahmatullahi
Wabarakatuh…
Hallo Sahabat Hijrah, Alhamdulillah
sampai saat ini kita masih diberi kesempatan untuk senantiasa merasakan nikmat
yang tak terhingga. Bersyukurlah, jangan sekali-kali kita kufur atas nikmatNya.
Dalam postingan ini, aku akan
menyampaikan sedikit kisah yang terjadi di sekelilingku. Bukan maksud ingin
membuka aib orang lain, melainkan untuk saling berbagi. Berbagi hikmah untuk
pembaca sekalian.
Suatu hari, aku bertanya kepada
salah satu temanku perihal yang dianggap sepele, apalagi kalau bukan pacaran. Bukan aku ingin kembali lagi
menjadi pelaku pacaran, namun lebih tepatnya aku ingin mengetahui pendapat
orang lain mengenai hal itu.
“PACARAN”. Kata tersebut mungkin
sudah tidak asing lagi ditelinga kita. Bahkan sudah banyak orang yang
melakukannya. Tidak pandang usia, anak SD yang masih dianggap bau kencur dan
masih ingusanpun sudah mengenal kata pacaran. Astaghfirullah! Lebih parahnya sudah melakukan adegan seperti orang
dewasa.
Kembali pada topik pembicaraan.
Saat itu, aku melakukan percakapan singkat bersama temanku . Kurang lebih
seperti ini :
(Aku : A, Temanku : B)
A : Menurut kamu, apa sih manfaat
dari pacaran?
B : Kalau menurut saya, pacaran
dapat membuat kita lebih semangat
A : Hanya itu ? Kalau untuk
semangat, kan masih ada keluarga yang akan selalu menyemangati kita. Mensupport
kita dalam keadaan apapun.
B : Iya sih tapi kan beda
A : Lantas apa bedanya ? Keluarga
yang sudah mengetahui seluk beluk kita. Yang rela mengorbankan nyawa, tenaga
dan waktunya untuk membahagiakan kita. Menyekolahkan kita hingga kita bisa
seperti ini. Bisa merasakan bangku sekolah, itukan berkat keluarga bukan pacar.
B : Iya tau kalau soal itu. Tapi
dengan begitu , kita juga dapat mengetahui calon suami kita itu seperti apa
sifat dan sikapnya
A : Memang yakin dia bakal jadi
suami kamu nantinya ?
B : InShaa Allah
A : Apa yang kamu anggap baik belum
tentu baik menurut Allah begitupun sebaliknya
B : Iya, tapi saya kan pacarannya
biasa aja ga berlebihan juga
A : Yakin ga berlebihan ?
B : Iyah
A : Kalau ga berlebihan, ga
mungkin di ekspos di sosial media kalau itu pacar kamu. Dengan foto yang kepala
nyender di pundak, tangan menyentuh pipi pasangan bahkan segala perhatian yang
dijadikan status. Menurut kamu hal kaya gitu ga berlebihan ?
B : Hmm..
A : Kamu tau kan pacaran itu ga
boleh ? Gada dalam islam ?
B : Iya tau
A : Kok masih dilakuin ?
B : Tapi..
A : Sudah sudah, kamu terlalu
menghalalkan apa yang sudah jelas diharamkan
B : Bukan menghalalkan, tapi kan
kita juga ga ngapa-ngapain
Kalian mungkin pernah menemui
jawaban seperti itu. Dan mungkin kalian pun pernah mendapati pertanyaan JLEB
semacam itu.
Bukan maksudku untuk menggurui
apalagi menjadi orang yang sok suci. Akupun pernah menjadi pelaku pacaran sama
seperti yang lain. Disini, aku hanya ingin mengetahui apa pendapat orang lain mengenai
pacaran. Lebih tepatnya, apa sih manfaatnya? Karena dari dulu sampai saat ini
aku belum mendapati apa manfaat dari pacaran, bahkan cenderung tidak ada. Bukan
manfaat melainkan mudharat yang didapatkan.
Coba tanyakan manfaat pacaran pada
orang disekeliling kita, pasti jawabannya hampir sama dengan percakapan diatas
hehe.
Dalam percakapan tersebut, banyak
sekali kata ‘tapi’. Sungguh dahsyat
cara setan bersembunyi di dalam kata tapi.
Tapi sangat disayangkan, manusia tidak menyadari hal itu.
Sebagian orang sudah mengetahui
kalau pacaran itu haram, namun enggan sekali untuk memutuskan
pacarnya. Sulit sekali memutuskan seseorang yang sedang di mabuk asmara, sudah dunia
serasa milik berdua, menganggap dialah segalanya dan menjadi seseorang yang
paling bahagia sampai-sampai menghalalkan apa yang sudah jelas diharamkan. Naudzubillah!
Yang mampu menjabarkan manfaat
pacaran, monggo diisi di kolom komentar yaaa J
Salam sayang,
Ukhty Herli

Tidak ada komentar:
Posting Komentar