Hetalia: Axis Powers - Taiwan

Senin, 15 Agustus 2016

PERBEDAAN GHIBAH & FITNAH




Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Wahai Sahabat Seimanku,

Bagaimana kabarnya ? Semoga kita semua selalu berada dalam lindungan Illahi Rabbi, Aamiin...
Jika kita mendengar kata ghibah dan fitnah, rasanya kedua kata tersebut sudah tidak asing lagi ditelinga kita. Benar tidak ? Sering kali kita dengar bahkan jumpai disekeliling kita. Baik itu ditujukkan untuk kita maupun untuk orang lain.

Pada postingan kali ini kita akan membahas perbedaan antara ghibah dengan fitnah.

Apasih perbedaan dari kedua kata tersebut ? Silahkan dibaca ya... 

Ghibah dan Fitnah, sebenarnya dua kata tersebut mempunyai arti yang beda-beda tipis. Bisa dikatakan sama tapi tak serupa. Persamaannya yaitu sama-sama membicarakan keburukan orang lain, sedangkan perbedaannya dilihat dari konteksnya, nyata atau tidak, asli atau palsu dan segala kata yang percis dengan itu.

Ghibah (menggunjing) merupakan salah satu perbuatan keji dan kotor. Perbuatan yang tidak bermoral, yang dimana seseorang memberitahukan atau menceritakan suatu keburukan atau aib kepada orang lain tanpa sepengetahuan orang yang dimaksudkan itu. Menyebutkan sesuatu yang terdapat pada diri seorang muslim, sedang ia tidak suka jika hal tersebut disebutkan, baik soal  keadaan fisik, akhlak, harta serta tahta dan lain sebagainya.

Untuk melakukan hal tersebut, caranya pun bermacam-macam. Ada yang membeberkan aibnya tanpa pikir panjang, ada pula yang menirukan atau memperagakan gerak gerik serta tingkah laku orang yang dipergunjingkan. Naudzbubillah!

Ghibah, mengumpat, menggunjing merupakan  salah satu dosa besar. Bahkan Allah menyebutkan dalam Al Quran, bagi orang yang suka menggunjing atau menghibah itu diibaratkan dengan seseorang yang memakan bangkai saudaranya sendiri. Mencium bau bangkai tikus saja manusia sudah mual dan merasakan jijik, bagaimana dengan memakan bangkai saudaranya sendiri ? (coba bayangkan)

Allah berfirman :
“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah segala macam prasangka, sesungguhnya berprasangka dalam beberapa hal itu berdosa; dan janganlah kamu mencari-cari keburukan orang; dan jangan pula sebagian kamu mengumpat kepada sebagian yang lain. Apakah ada seseorang diantara kamu suka makan daging saudaranya yang telah mati ? Maka (tentu) kamu jijik memakannya. Dan bertakwalah kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Menerima Tobat lagi mencurahkan rahmatNya”  (QS. Al-Hujarat: 12)

Menurut Ali bin Abu Thalib seperti dinukil al maraghi  berkata, “Hindarilah pergunjingan (ghibah), karena ia adalah makanan anjing-anjing manusia.”

Orang yang suka melakukan ghibah, bukanlah orang yang hebat melainkan orang yang menunjukkan kelemahan dan kemiskinan diri. Seandainya ia kaya, ia tidak akan menggunjing orang lain, karena menurutnya masih banyak masalah-masalah atau kerjaan lain yang lebih berguna dan bermanfaat untuk dibicarakan.

“Barang siapa menolak (ghibah) atas kehormtan saudaranya, niscaya pada hari kiamat Allah akan menolak menghindarkan api neraka dari wajahnya.” (HR. Ahmad)

Lalu bagaimana dengan fitnah ?

Fitnah dengan ghibah itu berbeda, namun tujuannya tetaplah sama atau mirip. Sudah dijelaskan pada awal postingan bahwa keduanya itu sama tapi tak serupa.

Ghibah maupun fitnah adalah sama-sama penyakit hati yang akan menggerogoti kebaikan kita serta mendatangkan keburukan dan membuang waktu untuk hal yang sama sekali tidaklah berguna.

Fitnah yaitu membicarakan keburukan atau kejelekan orang lain, sedangkan orang yang dibicarakan tidak melakukan atau tidak sesuai dengan apa yang dibicarakannya. Fitnah biasanya akan pecah atau tersebar luas karena telah dibakar kedengkian serta kebencian kepada seseorang. Fitnah pula merupakan kejahatan tertinggi yang diproduksi oleh lidah. (bukan berarti ghibah diperbolehkan ya. Tetap saja ghibah itu dilarang).

Menurut Wikipedia, Fitnah merupakan komunikasi kepada satu orang atau lebih yang bertujuan untuk memberikan stigma negatif atas suatu peristiwa yang dilakukan oleh pihak lain berdasarkan atas fakta palsu yang dapat mempengaruhi penghormatan, wibawa, atau reputasi seseorang. Kata fitnah diserap oleh bahasa Arab, dan pengertian aslinya adalah cobaan atau ujian.
Kata “fitnah” sudah melekat dalam lidah semua orang, bahwa fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan, namun faktanya berbeda, masih banyak sekali yang suka memfitnah sesama kita. Astaghfirullah!

Fitnah diibaratkan menyulut ranting kering. Ia akan cepat sekali merebak kemana-mana dan membakar apapun yang ada disekelilingnya. Cara terbaik untuk menghindarinya yaitu tetaplah mengingat Allah serta jangan pernah berhenti untuk mengucapkan istighfar saat ada dorongan kuat dari nafsu untuk berbuat itu.

Sudah jelas bukan perbedaan antara fitnah dengan ghibah ?

Memang keduanya itu dilarang dan termasuk dosa besar. Namun dibalik itu, terdapat hikmah lho didalamnya. Apalagi kalau bukan untuk menguji seberapa besar kesabaran yang kita miliki.

Wallahu’alam Bisshawab

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh



Tidak ada komentar:

Posting Komentar