Hetalia: Axis Powers - Taiwan

Selasa, 02 Agustus 2016

KELAK, JEMPOLMU AKAN DIMINTA PERTANGGUNGJAWABAN


  
By : Ukhty Herli


Assalamualaikum Wr Wb

Wahai Sahabat Seimanku,

Postingan kali ini mungkin berbeda dengan postingan sebelumnya. Yang sebelumnya lebih banyak membahas perihal jodoh atau persoalan duniawi. Tetapi, kali ini kita akan sedikit membahas kehidupan kekal yang tengah menanti.  Bacalah dengan hati yang suci, renungkan dengan baik dan ambilah hikmah dari apa yang kau baca hari ini…

Kita hidup di dunia hanyalah sementara, semua orang pasti akan mengalami fase yang dimana ditakuti oleh banyak orang, apalagi kalau bukan kematian. Coba tanyakan kepada orang terdekatmu, siapkah jika hari ini ia menghadap sang Illahi ? Siapkah jika malaikat Izrail menghampiri untuk mencabut nyawamu hari ini ? Pasti jawabannya tidak, dengan alasan masih banyak dosa yang diperbuat.

Islam mengajarkan kita bahwa setiap yang bernyawa pasti akan menemui ajal atau kematian. Sebagaimana telah tertera pada Surah Ali Imran ayat 185 “Tiap-tiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati”.

Kematian tidak akan bisa dicegah atau kita hindari. Tua-muda, anak kecil-dewasa, pria-wanita pasti akan mengalaminya. Kematian adalah hadiah terindah bagi orang-orang yang beriman, namun akan menjadi terror yang menakutkan bagi orang-orang yang tidak beriman.

Setelah kematian, semua orang akan dihidupkan kembali di alam akhirat nanti. Dalam kehidupan inilah, setiap manusia akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dilakukan semasa hidupnya.

Allah menciptakan manusia di dunia ini tidak lain kecuali untuk di uji, sesuai dengan firman Allah dalam Surah Al Mulk ayat 1-2 yang artinya :
“Maha Suci Allah yang ditanganNyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun”.

Sadar atau tidak, setiap hari kita sering melakukan yang namanya perbuatan dosa. Yang dimana telah tercatat segala perkataan dan perbuatan kita. Dari perbuatan kecil hingga perbuatan yang besar.

Tubuh kita dan bumi akan menjadi saksi atas perbuatan yang dilakukan. Begitu juga sebagian mereka akan menjadi saksi atas sebagian yang lain. Lebih dari itu, Allah menjadi saksi terhadap mereka.

Membahas soal tubuh, JEMPOL (Ibu Jari) merupakan salah satu jari pada tangan dan tetap saja itu dikatakan sebagai anggota tubuh kita. Walau ia tak berbicara seperti mulut, tak melihat seperti mata dan tak mendengar seperti telinga, tapi tetap kelak akan diminta pertanggungjawaban.

Rasulullah SAW bersabda, “Wahai para perempuan, bacalah tasbih, tahlil dan tahmid serta taqdis, dan hitunglah dengan jari. Sesungguhnya, jari-jari itu akan dimintai pertanggungjawaban lagi diminta bicara, janganlah kalian lalai, sehingga kalian akan lalai terhadap rahmat. “ (HR. Abu Daud dan Tirmidzi).

Dalam Hadist yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan Tirmidzi, bahwa perempuan dianjurkan menggunakan jarinya untuk berdzikir (menghitung bacaan tasbih, tahlil, tahmid serta taqdis). Sebab, kelak jari-jarinya akan dimintai pertanggungjawaban.

Lantas, bagaimana dengan laki-laki ?

Memang dalam hadist tersebut, laki-laki tidak disebutkan. Namun, bagi laki-lakipun tetaplah sama. Kelak, jarinya akan dimintai pertanggungjawaban.

Berdzikir digunakan untuk mengingat Allah SWT. Hal tersebut merupakan sebuah kewajiban bagi setiap orang yang beriman, baik laki-laki dan perempuan. (Tolong digaris bawahi setiap orang yang berimannya. Itu tandanya bukan hanya untuk perempuan saja melainkan untuk laki-laki juga)

Bagaimana dengan kalian ?

Sudahkah hari ini kita memanfaatkan apa yang ada dalam tubuh kita untuk kebaikan ?

Sudahkah hari ini kita pergunakan jari-jari kita khususnya jempol untuk berdzikir ?

Coba lirik jempolmu, apa saja yang sudah dilakukannya hari ini ? (Ayo diingat dan setelahnya coba di renungkan)

Jangan bilang, setiap harinya jempol kita hanya digunakan untuk membuat status galau di facebook

Jangan bilang, hanya digunakan untuk mengunggah foto agar mendapat pujian dari orang lain

Jangan bilang, hanya digunakan untuk membuat status mengeluh di bbm

Jangan bilang, hanya digunakan untuk mengirim pesan “sayang” atau kemesraan kepada pasangan yang bukan mahrom

Jangan bilang, hanya digunakan untuk mengirim pesan yang isinya membicarakan orang lain

Atau yang lebih parahnya, jangan bilang hanya digunakan untuk membuat status atau mengirim pesan yang menyebutkan seisi ragunan. Astaghfirullahaladzim!

Apakah jempolmu setiap hari digunakan untuk itu ?

Apakah Islam, agamamu mengajarkanmu untuk melakukan itu semua?

Hanya untuk membuat status yang seharusnya tidak perlu di buat

Hanya untuk membuat status mengeluh, sedangkan Allah telah memberikan segalanya pada kita ? Mengapa kita enggan sekali untuk bersyukur ? Bukankah jika kita bersyukur, Allah akan menambahkan nikmatNya kepada kita ?

Hanya dipergunakan untuk membicarakan orang lain ? Yang jelas-jelas itu ghibah. Dan ghibah merupakan dosa besar. Ibarat memakan bangkai saudaranya sendiri. Betapa jijik dan kejamnya perilaku itu.

Atau jempolmu hanya dipergunakan untuk mengirim pesan “sayang” atau kemesraan kepada pasangan yang bukan mahrom ? Yang jelas-jelas itu dilarang dan tidak ada sama sekali ayat atau surah yang menghalalkan untuk itu.

Apapun alasannya, ingatlah jempol yang selama ini diberikan oleh Allah dan dipergunakan, kelak akan dimintai pertanggungjawaban.

Setelah mengetahui semuanya, masih lalaikah kita ?

Masihkah kita terbuai oleh indahnya dunia sedangkan sudah jelas itu akan menjerumuskan kita?

Mari pergunakan tubuh kita khususnya jempol untuk kebaikan
Pergunakan untuk hal-hal yang bermanfaat

Daripada digunakan untuk membicarakan orang, alangkah baiknya digunakan untuk saling mengingatkan dan menebar kebaikan.

Di antara kebaikan islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat” (HR. Tirmidzi no. 2317, Ibnu Majah no. 3976. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadist ini shahih).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar